Karya: Muhammad Hussain Syawaludin Utama
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menyelenggarakan kegiatan Studi Independen Kewargaan pada 8–12 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 52 mahasiswa semester 3 dan 5 sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman untuk menumbuhkan wawasan kepemimpinan, kebangsaan, serta pemahaman sosial-budaya secara kontekstual.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan akademik ke Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Bali. Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan Seminar Nasional tentang Kepemimpinan yang menghadirkan pembicara dari dosen dan mahasiswa Undiksha serta dosen dan mahasiswa UMPO. Seminar ini menjadi forum diskusi ilmiah yang membahas tantangan kepemimpinan generasi muda dan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kunjungan ke Undiksha menjadi salah satu bentuk kerja sama kelembagaan antara Prodi PPKn UMPO dengan Prodi PPKn Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha. Kerja sama ini bertujuan memperkuat jejaring akademik antarpihak, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain dengan perguruan tinggi, kegiatan Studi Independen Kewargaan ini juga menjalin kerja sama dengan Desa Adat Tenganan, Bali. Melalui kunjungan langsung, mahasiswa memperoleh pembelajaran mengenai sistem sosial, struktur adat, serta nilai-nilai kearifan lokal yang masih dijaga secara konsisten oleh masyarakat setempat. Pengalaman ini memberikan pemahaman konkret tentang praktik kewargaan berbasis budaya lokal.
Setelah rangkaian kegiatan akademik, rombongan melanjutkan perjalanan ke kawasan Bedugul. Di lokasi ini, mahasiswa diajak merefleksikan hubungan antara manusia dan alam, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab warga negara dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Perjalanan dilanjutkan dengan kunjungan ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai salah satu ikon kebudayaan nasional. Kunjungan ini memberikan pemahaman simbolik mengenai identitas bangsa, persatuan, serta peran kebudayaan dalam memperkuat nilai nasionalisme dan kebhinekaan.
Kerja sama selanjutnya dilakukan melalui kunjungan ke Kantor Gubernur Bali. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan gambaran langsung mengenai penyelenggaraan pemerintahan daerah, mekanisme birokrasi, serta proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik di tingkat provinsi. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran praktis tentang demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Bajra Sandhi. Museum ini menyajikan dokumentasi dan diorama sejarah perjuangan rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kunjungan tersebut memperkuat pemahaman mahasiswa tentang nilai nasionalisme, patriotisme, serta pentingnya menghargai jasa para pahlawan bangsa.
Sebagai penutup, rombongan mengunjungi Pantai Melasti. Kegiatan ini menjadi momen refleksi akhir atas seluruh rangkaian Studi Independen Kewargaan. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga membentuk karakter, sikap kritis, dan kesadaran mahasiswa sebagai warga negara yang berintegritas, berwawasan luas, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan Studi Independen Kewargaan yang diselenggarakan oleh Prodi PPKn UMPO merupakan upaya strategis dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman lapangan. Melalui kerja sama dengan Undiksha, Desa Adat Tenganan, dan Kantor Gubernur Bali, mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang kepemimpinan, kebudayaan, pemerintahan, serta nilai-nilai kewargaan dalam praktik nyata. Program ini diharapkan mampu mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan berdaya saing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar